Gerak Cepat Kendalikan Inflasi, Pemkot Bandar Lampung Gelar Pasar Murah di 20 Kecamatan
BANDARLAMPUNG (HARIAN SUARA INTELEKTUAL)Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak taktis dan terukur. Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat selama bulan suci Ramadan, pemerintah kota menggelar pasar murah secara serentak di 20 kecamatan sebagai langkah konkret menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Bandar Lampung, Erwin, dan disambut antusias warga. Rabu (04/02/2026)
Proses distribusi berlangsung tertib, mencerminkan kesiapan teknis sekaligus kedewasaan masyarakat dalam memanfaatkan program subsidi tersebut.
Erwin menegaskan, pasar murah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan instrumen intervensi pasar yang dirancang untuk mengendalikan gejolak harga menjelang Idulfitri.
“Kami menyediakan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, dan tepung terigu dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujarnya.
Subsidi signifikan diberikan pada sejumlah komoditas strategis. Kebijakan ini menjadi bantalan sosial sekaligus langkah preventif terhadap lonjakan harga yang kerap terjadi akibat peningkatan permintaan musiman.
Dalam konteks ekonomi daerah, intervensi semacam ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan menekan ekspektasi inflasi.
Lebih dari sekadar distribusi murah, program ini menunjukkan keberpihakan anggaran pada stabilitas sosial. Pemerintah memahami bahwa inflasi pangan bukan hanya persoalan angka statistik, melainkan menyangkut ketahanan rumah tangga.
Pasar murah dilaksanakan dalam tiga tahap di 20 kecamatan. Tahap pertama digelar Kamis (26/2), tahap kedua Kamis (5/3), dan tahap ketiga Kamis (12/3). Skema bertahap ini dirancang untuk memastikan pemerataan distribusi sekaligus menghindari penumpukan massa di satu titik.
Erwin memastikan stok bahan pokok dalam kondisi aman hingga Idulfitri. Pemantauan harga di pasar tradisional terus dilakukan guna mencegah spekulasi dan lonjakan harga yang tidak wajar.
“Kami terus memantau dan memastikan stok bahan pokok aman. Masyarakat tidak perlu khawatir tentang kelangkaan sembako,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak hanya hadir di hulu melalui subsidi, tetapi juga aktif mengawal dinamika pasar di hilir. Stabilitas harga membutuhkan pengawasan berkelanjutan, bukan sekadar operasi temporer.
Keberhasilan pasar murah juga ditopang kedisiplinan warga. Antrean berlangsung tertib, distribusi berjalan lancar, dan koordinasi petugas efektif. Pemerintah mengapresiasi partisipasi masyarakat yang mematuhi aturan demi kelancaran bersama.
Bagi warga yang belum terlayani pada tahap pertama, pemerintah mengimbau untuk mengikuti jadwal tahap kedua dan ketiga di kecamatan masing-masing.
Langkah progresif ini memperlihatkan komitmen kuat Pemkot Bandar Lampung dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal selama Ramadan hingga Idulfitri.
Ketika tekanan inflasi menjadi tantangan nasional, respons cepat dan terukur di tingkat daerah menjadi kunci.
Pasar murah bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan bagian dari strategi menjaga ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.
Di bulan yang sarat makna spiritual, kebijakan yang berpihak pada rakyat menjadi wujud nyata pelayanan publik yang berintegritas dan berkeadilan. (Ferry)

Tidak ada komentar