Seminar Pra Muscab XIII PC Pemuda Persis Ciawi Soroti Krisis Identitas dan Kenakalan Remaja
CIAWI (HARIAN SUARA INTELEKTUAL)Pimpinan Cabang (PC) Pemuda Persis Ciawi menggelar Seminar Pra Musyawarah Cabang (Muscab) XIII di Aula PPI 32 Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (5/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema "Pemuda, Fitrah dan Tantangan Zaman: Menghadapi Kenakalan Remaja, Krisis Identitas dan Peran Dakwah Islam" ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai sekolah serta organisasi kepemudaan (OKP) se-Kecamatan Ciawi.
Seminar tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan peran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan sosial yang semakin kompleks. Selain membahas persoalan kenakalan remaja dan krisis identitas, kegiatan ini juga menekankan pentingnya dakwah Islam sebagai ikhtiar membangun karakter pemuda yang berakhlak dan bertanggung jawab.
Perwakilan PC Pemuda Persis Ciawi, Faruq, mengatakan bahwa seminar ini merupakan rangkaian pengiring menuju Musyawarah Cabang (Muscab) XIII PC Pemuda Persis Ciawi. Menurutnya, Muscab tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan yang menjawab persoalan aktual di lingkungan sekitar.
"Seminar ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi generasi muda. Muscab bukan sekadar forum organisasi, tetapi juga momentum menghadirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi pemuda hari ini," ujar Faruq.
Ia menjelaskan, berbagai fenomena sosial menjadi alasan penting diselenggarakannya seminar tersebut. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, jumlah penderita HIV/AIDS di wilayah tersebut menunjukkan tren peningkatan yang didominasi kelompok usia produktif dan remaja. Kondisi ini dinilai menjadi peringatan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat edukasi, pembinaan moral, dan penguatan nilai-nilai keagamaan di kalangan generasi muda.
Faruq menambahkan, data mengenai populasi LGBT di tingkat Kecamatan Ciawi tidak dipublikasikan secara terbuka oleh pemerintah karena pertimbangan perlindungan privasi dan pencegahan stigma terhadap individu. Karena itu, menurutnya, pendekatan yang perlu dikedepankan adalah edukasi, pembinaan, serta penguatan ketahanan keluarga dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
Selain itu, persoalan kenakalan remaja juga masih menjadi perhatian di Kecamatan Ciawi. Berbagai bentuk penyimpangan, seperti geng motor, konsumsi minuman keras, dan balap liar, terus diantisipasi oleh jajaran Polsek Ciawi melalui penyuluhan rutin di sekolah-sekolah. Upaya tersebut dinilai memerlukan dukungan seluruh unsur masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan.
Melalui seminar ini, PC Pemuda Persis Ciawi berharap lahir kesadaran kolektif di kalangan pemuda untuk kembali kepada nilai-nilai Islam, memperkuat jati diri, serta mengambil peran aktif dalam dakwah dan pembinaan masyarakat. Semangat tersebut diharapkan menjadi bekal menuju Muscab XIII sekaligus memperkuat kontribusi Pemuda Persis dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman.(Deden/red)

Tidak ada komentar