Wabup Hankam Hasan Tegaskan Standar Pelayanan Gizi: Monitoring SPPG Dilakukan Tanpa Kompromi
TULANG BAWANG LAMPUNG (HARIAN SUARA INTELEKTUAL)Komitmen Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam memastikan pelayanan gizi masyarakat berjalan sesuai standar kembali ditegaskan Wakil Bupati Tulang Bawang, Hankam Hasan.
Secara konsisten dan berkelanjutan, ia melakukan monitoring langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Menggala Timur dan Kecamatan Banjar Baru, Selasa (03/03/2026).
Peninjauan tersebut tidak sekadar agenda seremonial. Wakil Bupati hadir untuk memastikan seluruh proses pelayanan benar-benar berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Monitoring dilakukan di tiga titik, yakni SPPG Menggala Timur, SPPG Banjar Baru Tirto Mulyo, dan SPPG Banjar Baru Panca Karsa.
Dalam kegiatan tersebut, Hankam Hasan meninjau secara menyeluruh kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, hingga kelengkapan fasilitas pendukung.
Salah satu aspek penting yang diperiksa adalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang menjadi indikator penting dalam menjaga standar kesehatan dan kelestarian lingkungan.
Tak berhenti pada aspek fasilitas, Wakil Bupati juga melakukan pengecekan langsung terhadap sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disiapkan oleh masing-masing SPPG.
Ia memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi kualitas gizi, kebersihan, maupun tata penyajiannya. Dari hasil monitoring tersebut, SPPG Banjar Baru Panca Karsa dinilai telah memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.
Fasilitas pendukung, termasuk IPAL, dinyatakan telah sesuai standar dan siap mendukung pelayanan secara optimal.
Sementara itu, dua titik lainnya masih memerlukan beberapa pembenahan pada sejumlah aspek teknis.
Pemerintah daerah menekankan bahwa perbaikan harus segera dilakukan agar seluruh layanan SPPG dapat berjalan dengan standar yang sama, tanpa pengecualian. Wakil Bupati Hankam Hasan menegaskan bahwa monitoring ini bukan kegiatan sekali selesai.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pengawasan secara berkala sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan yang aman, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
“Pelayanan pemenuhan gizi adalah bagian penting dari investasi masa depan daerah. Karena itu, standar harus dijaga, kualitas harus dipastikan, dan pengawasan tidak boleh berhenti,” tegasnya.
Langkah ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa pelayanan publik di bidang kesehatan dan gizi tidak boleh berjalan apa adanya. Ia harus dikelola dengan disiplin, integritas, dan tanggung jawab, demi memastikan setiap program benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Red)

Tidak ada komentar