Header Ads

ads header

Breaking News

Dari Bandar Lampung ke Tanah Suci: Umrah sebagai Investasi Moral Masyarakat

 


Bandar Lampung (HARIAN SUARA INTELEKTUAL)
Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali memberangkatkan 350 warga untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci pada periode awal tahun 2026. Sebelum keberangkatan, seluruh jemaah mengikuti manasik umrah di Aula Semergou Pemerintah Kota Bandar Lampung, Jumat (06/02/2026)

sebagai bagian dari pembekalan spiritual dan teknis agar ibadah berjalan tertib dan khusyuk.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menegaskan bahwa pada tahap awal sebenarnya dijadwalkan 500 orang berangkat. Namun, sebagian keberangkatan harus ditunda.

“Seharusnya yang berangkat pada periode awal ini sebanyak 500 orang. Akan tetapi ditunda, sehingga yang berangkat baru 350 orang, sisanya menyusul setelah Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.

Para jemaah dijadwalkan berangkat bertahap mulai 7 hingga 10 Februari 2026. Penjadwalan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis perjalanan sekaligus menjaga kenyamanan dan keselamatan jemaah.

Eva Dwiana menjelaskan bahwa pada anggaran murni APBD Tahun 2026, Pemerintah Kota menargetkan pemberangkatan 1.000 orang. Program tersebut akan dilanjutkan pada tahap berikutnya, termasuk melalui APBD Perubahan.

“Periode selanjutnya sisanya. Nanti pada APBD Perubahan ada lagi,” tambahnya.

Program ini dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap kehidupan religius masyarakat. 

Namun, sebagai program yang dibiayai anggaran publik, transparansi, akuntabilitas, dan asas keadilan dalam penentuan penerima manfaat menjadi prasyarat mutlak agar kebijakan ini tidak memicu kecemburuan sosial.

Dalam arahannya, Wali Kota mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan dan membangun solidaritas selama di Tanah Suci.

“Kalau waktunya makan, makan, jangan tunda-tunda. Saling jaga, terutama jemaah yang muda, tolong jaga orang-orang tua,” Ujarnya 

Pesan tersebut menegaskan bahwa ibadah bukan hanya relasi spiritual dengan Tuhan, tetapi juga praktik kepedulian sosial antarjemaah.

Program pemberangkatan umrah ini mencerminkan upaya pemerintah daerah membangun dimensi moral dan spiritual masyarakat. 

Jika dikelola dengan prinsip keadilan dan keterbukaan, program ini berpotensi menjadi investasi sosial yang memperkuat kohesi masyarakat serta menumbuhkan keteladanan nilai-nilai religius dalam kehidupan publik.

Diharapkan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta membawa pulang predikat umrah yang mabrur, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga sebagai inspirasi bagi lingkungan sekitarnya. (Peri)

Tidak ada komentar