Header Ads

ads header

Breaking News

Dari Sungai hingga Layanan Warga, Eva Dwiana Dorong Solusi Konkret Atasi Banjir Bandar Lampung


Bandar Lampung (harian Suara Intelektual)Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Sukarame, Jumat (09/01/2026). 


Peninjauan ini menegaskan pendekatan kepemimpinan yang tidak berhenti pada laporan meja, melainkan berpijak pada verifikasi lapangan untuk memastikan akar persoalan sekaligus merumuskan langkah penanganan yang terukur dan berkelanjutan.

Dalam agenda tersebut, Eva Dwiana didampingi jajaran pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Kepala Dinas Komunikasi dan Digitalisasi Veni Devialesti, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dedi Sutiyoso, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Anthoni Irawan, Kepala Dinas Perhubungan Socrat Pringgodanu, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Saputra. Kehadiran lintas OPD ini menunjukkan bahwa penanganan banjir diposisikan sebagai persoalan multidimensi yang menuntut kerja kolaboratif.

Peninjauan diawali di Perumahan Griya Elok Permai 2, Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Di lokasi tersebut, Wali Kota mengecek langsung kondisi aliran kali yang menyempit serta keberadaan gudang barang bekas yang diduga menutup jalur air. 

Temuan ini mengindikasikan bahwa banjir tidak semata akibat faktor alam, tetapi juga dipengaruhi oleh tata ruang dan aktivitas manusia yang abai terhadap fungsi lingkungan.

Rombongan kemudian bergerak ke Kelurahan Sukabumi Indah. Selain memeriksa kondisi sungai, Eva Dwiana meninjau Posyandu Karunia Indah yang berada di wilayah rawan genangan. 

Dari hasil inspeksi, ia menilai bangunan tersebut sudah tidak layak difungsikan sebagai posyandu.

“Ini bukan lagi seperti posyandu. Lebih baik diubah menjadi Puskesmas Pembantu agar bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” tegas Eva Dwiana.

Instruksi tersebut mencerminkan orientasi kebijakan yang menekankan efektivitas layanan publik, bukan sekadar mempertahankan fungsi administratif. 

Eva juga meminta lurah setempat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) segera menindaklanjuti alih fungsi bangunan tersebut.

Tak berhenti di situ, Wali Kota mengarahkan agar lahan di sekitar bangunan dimanfaatkan sebagai ruang bermain anak yang aman. 

Ia secara khusus menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk memasang penutup pada aliran kali di belakang posyandu guna meminimalkan risiko keselamatan bagi anak-anak.

Peninjauan dilanjutkan dengan mengecek jembatan penghubung antarlingkungan di Kelurahan Sukabumi Indah yang dinilai sempit dan berpotensi membahayakan warga, terutama saat debit air meningkat. 

Eva Dwiana meminta Dinas Pekerjaan Umum segera melakukan perbaikan agar jembatan lebih representatif, aman, dan menunjang mobilitas masyarakat.

Langkah Wali Kota Bandar Lampung ini menegaskan bahwa penanganan banjir tidak cukup dengan respons darurat semata, tetapi harus disertai pembenahan infrastruktur, penertiban fungsi ruang, serta keberpihakan nyata pada keselamatan dan kualitas hidup warga. 

Pendekatan yang tegas, berbasis data lapangan, dan berorientasi solusi menjadi kunci agar persoalan banjir tidak terus berulang sebagai masalah tahunan. (*)

Tidak ada komentar