Ada pengerjaan Proyek Sumur Bor namun tidak ada papan plaang nama di Tulangbawang Disorot, Transparansi dan Pengawasan Dipertanyakan
TULANGBAWANG LAMPUNG (HARIAN SUARA INTELEKTUAL)Dugaan proyek tak bertuan kembali mencoreng wajah tata kelola pembangunan di Kabupaten Tulangbawang. Sebuah proyek sumur bor yang berlokasi di Gang Sungkai 1, RT 003 RW 002, Kampung Gunung Sakti, Kelurahan Menggala Selatan, kecamatan Menggala menuai sorotan publik setelah diketahui tidak dilengkapi papan informasi dan telah ambruk meski baru beberapa hari dikerjakan. Selasa (20/01/2025)
Kondisi tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Minimnya transparansi proyek publik dinilai sebagai bentuk kelalaian serius yang berpotensi merugikan negara sekaligus masyarakat penerima manfaat.
Salah seorang warga setempat berinisial S mengaku tidak mengetahui asal-usul proyek tersebut. Bahkan, menurutnya, aparat lingkungan setempat seperti RT dan RW juga tidak pernah menerima informasi ataupun pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan proyek sumur bor itu.
“Kami benar-benar tidak tahu proyek ini dari mana. Tidak ada papan nama, RT dan RW juga tidak pernah diberi tahu. Tiba-tiba sudah dikerjakan, sekarang malah ambruk,” ujar S dengan nada heran.
Ironisnya, proyek yang sejatinya ditujukan untuk kepentingan publik justru terkesan berjalan tanpa pengawasan sosial dan administratif.
Absennya papan informasi proyek semakin memperkuat dugaan lemahnya akuntabilitas, sekaligus melanggar prinsip keterbukaan sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pengadaan dan pelaksanaan proyek pemerintah.
Saat dikonfirmasi di lapangan, seorang pengawas pekerjaan yang mengaku bernama Joko menyebut bahwa proyek sumur bor tersebut dikelola oleh seseorang bernama Hendra.
Namun, upaya konfirmasi lebih lanjut kepada Hendra menemui jalan buntu. Yang bersangkutan disebut kerap mengelak dan menghindari klarifikasi saat hendak dimintai keterangan.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan mendasar, proyek tersebut bersumber dari anggaran mana, siapa penanggung jawab resminya, serta sejauh mana peran instansi terkait dalam pengawasan teknis dan administrasi.
Secara prinsip, setiap proyek yang menggunakan dana publik wajib mengedepankan transparansi, kualitas pekerjaan, serta kebermanfaatan jangka panjang.
Ambruknya proyek dalam waktu singkat bukan sekadar persoalan teknis, melainkan sinyal adanya potensi pelanggaran prosedur yang harus ditelusuri secara serius.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat pengawas terkait tidak menutup mata. Penelusuran menyeluruh dinilai penting agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menjadi pelajaran bahwa pembangunan tanpa akuntabilitas hanya akan melahirkan kecurigaan dan ketidakpercayaan publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi pemerintah terkait mengenai status, sumber anggaran, maupun pertanggungjawaban proyek sumur bor tersebut. (Red)



Tidak ada komentar